Posted by : Novel fiksi ringan
Friday, March 14, 2014
Beginilah hidup yang diberikan oleh Sang Pencipta
Kita diberi petunjuk dan diminta tuk memilih
Memilih sesuatu yang berguna bagi diri
Tanpa tau arti kita tuk berdiri
Tanpa tau tujuan kita saat ajal menanti
Ingin ku tempa Belati di tangan
Agar menjadi sesuatu yang tajam
Lebih tajam dari lidah ini
Lebih tajam dari mata elang
Untuk berjuang apa yang patut ku perjuangkan
Aku ingin memberontak
Berada jauh dari sungai mengalir
mengalir menuju puncak bukit
apa daya tidak ada yang mungkin
Aku lengah di tengah jalan
Aku mengantuk di persimpangan
Kini raga tak bisa kembali
menyesal diri tiada memiliki arti
Related Posts :
- Back to Home »
- Puisi , Rangkaian kata »
- Penyesalan Penuh Pedih
Post a Comment