Posted by : Novel fiksi ringan
Friday, March 14, 2014
Bersama dengan dinginnya air laut
Ku menerjang ombak besar
Mengarungi lautan luas dan dalam
Ku mencari nafkah dalam sisihan karang
Ditemani perahu kecil tempatku bernaung
Membawa pergi diri ke Teluk lautan samudra
Walau kayu telah lapuk
Menantang ombak dengan gagahnya
Aku bisa memandang awan putih luas di Langit sana
Sambi istirahat ku regangkan raga yang lelah ini
Bau Amis sudah biasa
Bercampurkan bau keringat ini
Aku tidak pernah mengeluh tentang hal ini
Aku tidak menyalahkan takdir yang membawa keadaan ini
Tiada pahit hidup lagi yang harus ku rasa
Cukup rasa asin hidup yang menjadi penggantinya
Biar cucuran keringat ini yang menjadi saksinya
Post a Comment