Posted by : Novel fiksi ringan Friday, May 2, 2014

Tiga bocah berlari-lari
Tanpa tau arah pasti
Menuju matahari terbenam
Mereka pulang dengan tanpa beralaskan kaki

Bocah tersebut pulang ke gubuk masing mereka punya
Sambil mengeluh mampiri orang tua
Ayah Ibu mengapa demikian terjadi
Roti di atas meja keras bagaikan batu

Sang orang tua menangis
Sang ayah menggendong si anak
Nak lihat rembulan di atas langit
Mereka terus bersinar tanpa harus ada yang peduli
Dan bintang-bintang terus menemani hingga akhir fajar

Sang anak pun mulai berdiri tegak
Sambil menundukkan kepala ia pun menangis
Dalam tangisan ia berikrar
Ayah Ibu dengarlah apa diriku berkata


Diriku kan sebaik mungkin hadapai ranjau di ladang
Sambil berdiri gagah di puncak bukit kembar hijau
Selama Matahari dan bulan bergulir
Tangan dan kaki tidaklah henti
Pikiran dan hati selalu serasi

Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Translate

- Copyright © Arisanjou | Mari Berkarya ! -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -