Posted by : Novel fiksi ringan
Tuesday, April 22, 2014
Tik..tik..tik, Suara hujan rintik
Mengiringi dentuman detik jam dinding
Yang menandakan bergulirnya waktu
Menunjukkan bodohnya aku
Bersamaan dengan turunnya hujan
Tak terbendung tetes air mata ini
Mengalir deras membasahi wajah
Menyayat hati menyesakkan dada
Tanpa ku sadari berartimya dirimu untuk ku
Kau tersenyum jauh di hadapanku
Membuat diriku selalu memerhatikanmu
Di setiap waktu bila ada kesempatan
Kini waktu telah berakhir
Pertemuan kita sangatlah singkat
Banyak peluang ku buang sia-sia
Tanpa diriku mengungkapkan rasa
Post a Comment