Di dalam Hutan penuh Misteri
Terhuni penduduk dengan raut Bahagia
Saling bahu membahu dengan sesama
Menuju peradaban yang gemilang
Tiba-tiba muncul sesosok orang berjubah hitam
Membantai habis seluruh warga desa
membakar seluruh perkampungan
Bersama diri di dalamnya
Tidak ada yang pernah ingat kota kecil damai itu
Terlupakanlah semua kisah peradaban di dalamnya
Tertutupi tumbuhan liar hutan
Kota kecil tersebut sempurna menghilang
Tempo telah berlalu, datanglah 3 anak pergi untuk berkemah
Dengan berbawakan ransel mereka menyusuri hutan
Hari pun mulai larut, waktu mereka untuk berhenti tuk beristirahat
Dengan mendirikan tenda besar menjadikan tempat bernaung
Disaat Tengah malam tiba, terdengarlah rintihan orang minta tolong
"Tolong..Tolong...Panas disini sangat panas.. tolong"
Sontak Tiga anak itu pun ketakutan
dengan diselingi selimut sebagai bias ketakutan mereka
Terlihatlah sebuah api besar berkobar didekat tenda
Mereka pun terheran, karna api unggun telah padam
Mereka pun panik, dengan berbawakan barang seadanya
Mereka berlari menjauh dari Tenda
Disaat mereka berlari mereka pun mendengar rintihan tersebut
Rintihan yang menegakkan bulu kuduk
Terlihat sekerumpunan warga dengan raut sedih
Mengejar merka dan berusaha menangkap mereka
Salah satu dari tiga anak tersandung akar pepohonan
Sontak kedua sahabat tersebut meninggalkannya dengan terpaksa
Tertangkaplah satu anak tersebut
Mereka pun berlari tanpa arah menyusuri hutan tak berujung ini
Mereka pun bertemu sesosok orang misterius berjubah hitam
Membawa tongkat dan memanggil mereka berdua
Mereka pun tidak punya pilihan lain dan mengikuti perkataan pria itu
Mereka pun heran dan bertanya
"Wahai pria tua, Apayang telah terjadi di Hutan ini"
Ia menjawab "Kalian telah terjebak di Hutan yang fana ini"
Mereka menyaut,"Apa maksud Tuan berkata demikian?"
Ia menjawab dengan sebuah cerita
"Hutan ini telah tiada dan orang yang menghuni semua terlaknat,
Semua disini melakukan Maksiat dan Dosa yang tak terampuni,
Diutuslah satu orang memutus rantai dosa itu,
Bersamaan dengan dosa yang ia emban ia tewas di lalap api merah,
Mereka yang telah tewas tidak terima akan kematian mereka
Mereka mengajak siapa saja tersiksa dalam neraka bersama mereka,
Munculah hutan ini menjadi saksi sumpah mereka"
Mereka diam sejenak dan merenung
2 anak bertanya, "Lalu bagaimana nasib teman kami"
Ia menjawab,"Teman kalian ia bukan teman kalian
Sejak awal kalian hanya berdua di Hutan ini"
Mereka heran dan bertanya,"apa maksud anda?"
Ia menjawab,"Teman kalian itu adalah penghuni hutan ini,
Ia menarik kalian berdua agar terjebak di hutan ini bersama kalian"
"Lalu bagaimana cara keluar dari hutan ini tanpa tertangkap mereka"
"Tidak ada jalan Kita tunggu fajar menjelang untuk keluar dari hutan ini"
mereka pun terus berlari dan bersembunyi menghindari kejaran warga
Sang fajar pun terbit dan warga yang mengejar terbakar oleh mentari
Mereka pun bergegas keluar hutan
Mereka berdua pun selamat bersama pria tua hilang dalam bayang
Related Posts :
- Back to Home »
- Cerpen , Puisi , Rangkaian kata »
- Kota yang Tertinggal
Post a Comment